Minggu, Januari 17, 2010
SURAT DARI DIA
Kebenaran ada pada hati
Kejujuran selalu terungkap
Semua orang berhak dengan kata hatinya
Tak ada yang mampu melawan satu fitrah
Tentang kasih sayang
Hati manusia dipenuhi dengan itu
Jangan pernah berusaha mematikannya
Tapi berusahalah untuk membingkainya
Agar lebih indah
Dan Allah pun memberikan rahmadnya
Jangan ………
Buat Allah cemburu
Dan marah……….
Karena semua hal yang belum jelas
Jadi……
Jangan takut dan jangan ragu dengan janji Allah
Karena jika kau mengembalikan semuanya pada Allah
Dan biarkan Allah memilihkan buat mu
Yakinlah pilihan Allah yang terbaik
Dan kau akan ditemukan dengan bidadari surga
Buat adqu HA moga kw jg dipertemukan Allah dengan lelaki yang terbaik……………
Kejujuran selalu terungkap
Semua orang berhak dengan kata hatinya
Tak ada yang mampu melawan satu fitrah
Tentang kasih sayang
Hati manusia dipenuhi dengan itu
Jangan pernah berusaha mematikannya
Tapi berusahalah untuk membingkainya
Agar lebih indah
Dan Allah pun memberikan rahmadnya
Jangan ………
Buat Allah cemburu
Dan marah……….
Karena semua hal yang belum jelas
Jadi……
Jangan takut dan jangan ragu dengan janji Allah
Karena jika kau mengembalikan semuanya pada Allah
Dan biarkan Allah memilihkan buat mu
Yakinlah pilihan Allah yang terbaik
Dan kau akan ditemukan dengan bidadari surga
Buat adqu HA moga kw jg dipertemukan Allah dengan lelaki yang terbaik……………
Jumat, Desember 11, 2009
SEKILAS
Jatuh terurai embun yang basah
Mengalir lembut di ujung salah
Membalut tulus waktu berdarah
Membagi nikmat mimpi yang merah
Dalam sebuah anugrah
Yang semakin bernanah
Hati yang kalut jangan terlukis
Menikam perih jiwa menapis
Torehkan sulit kadang menangis
Goreskan sepi buat meringis
Walau ini terasa sadis
Tapi tak apa semua apatis
Pada hari yang tak bergaris
Kadang setitik detik dipunya
Ingin dirangkai menjadi bunga
Walau pun orang selalu menghina
Tapi api tetap menyala
Terangi malam hangatkan jiwa
Temani kami warnai rasa
Rasa sulit yang kadang ada
Subulussalam, 11 Desember 2009, 06.52 WIB
Mengalir lembut di ujung salah
Membalut tulus waktu berdarah
Membagi nikmat mimpi yang merah
Dalam sebuah anugrah
Yang semakin bernanah
Hati yang kalut jangan terlukis
Menikam perih jiwa menapis
Torehkan sulit kadang menangis
Goreskan sepi buat meringis
Walau ini terasa sadis
Tapi tak apa semua apatis
Pada hari yang tak bergaris
Kadang setitik detik dipunya
Ingin dirangkai menjadi bunga
Walau pun orang selalu menghina
Tapi api tetap menyala
Terangi malam hangatkan jiwa
Temani kami warnai rasa
Rasa sulit yang kadang ada
Subulussalam, 11 Desember 2009, 06.52 WIB
Rabu, Desember 09, 2009
KU TAK MENGERTI
Aku sembunyi di balik matahari
Agar tak terlihat dari yang mencari
Yang datang tadi pagi
Masih ku ingat kenangan kita dulu
Waktu mentari di atas kepala
Kau berkata seribu bahasa
Yang membuatku tak berdaya
Dalam satu cerita
Ku masih sempat menoleh mu
Kau juga menatapku penuh arti
Tapi ku tak tau pikiran mu
Walau masih ku ingat apa yang kau katakan
Arti sebuah penghargaan
Arti sebuah ketulusan
Tapi ku tak mengerti
Subulussalam, 9 Desember 2009
Agar tak terlihat dari yang mencari
Yang datang tadi pagi
Masih ku ingat kenangan kita dulu
Waktu mentari di atas kepala
Kau berkata seribu bahasa
Yang membuatku tak berdaya
Dalam satu cerita
Ku masih sempat menoleh mu
Kau juga menatapku penuh arti
Tapi ku tak tau pikiran mu
Walau masih ku ingat apa yang kau katakan
Arti sebuah penghargaan
Arti sebuah ketulusan
Tapi ku tak mengerti
Subulussalam, 9 Desember 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
