Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 22, 2012

Pembelajaran Berbasis Masalah

 
Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Secara umum penerapan model ini dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Masalah tersebut dapat berasal dari peserta didik atau dari pendidik. Peserta didik akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut, dengan arti lain, peserta didik belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. 
Dengan demikian peserta didik belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana.

Menurut Agus dalam buku cooperative learning, strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 fase atau langkah. Fase-fase dan perilaku tersebut merupakan tindakan berpola. Pola ini diciptakan agar hasil pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran berbasis masalah dapat diwujudkan. Sintaks PBL adalah sebagai berikut :


Fase-fase

Perilaku pendidik

Fase 1 : memberikan orientasi tentang
permasalahannya kepada peserta didik.

Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran,
mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik penting dan memotivasi
peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.

Fase 2 : mengorganisasikan peserta didik
untuk meneliti

Pendidik membantu peserta didik
mendefinisikan dan mengoragnisasikan tugas-tugas belajar terkait dengan
permasalahannya.

Fase 3 : membantu investigasi mandiri dan
kelompok

Pendidik mendorong peserta didik untuk
mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari
penjelasan dan solusi.

Fase 4 : mengembangkan dan mempresentasikan
artefak dan exhibit

Pendidik membantu peserta didik dalam
merencanakan dan menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan,
rekaman video, dan model-model serta membantu mereka untuk
menyampaikannya kepada orang lain.

Fase 5 : menganalisis dan mengevaluasi proses
mengatasi masalah

Pendidik membantu peserta didik melakukan
refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.

David Johnson and Johnson mengemukakan 5 langkah strategi PBL melalui kegiatan kelompok :

1) Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yang akan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasan siswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan.

2) Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah, serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga akhirnya peserta didik dapat mengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghambat yang diperkirakan.

3) Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswa didorong untuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentang kemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan.

4) Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan.

5) Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi terhadap seluruh proses pelaksanaan kegiatan, evaluasi hasil adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapan strategi yang diterapkan.(Wina Sanjaya, 2008 : 217-218)

Menurut John Dewey, penyelesaian masalah dilakukan melalui 6 tahap :


Tahap-tahap

Kemampuan yang diperlukan

Merumuskan masalah

Mengetahui dan merumuskan masalah secara
jelas

Menelaah masalah

Menggunakan pengetahuan untuk memperinci,
menganalisis masalah dari beberapa sudut.

Merumuskan hipotesis

Berimajinasi dan menghayati ruang lingkup,
sebab akibat, dan alternatif penyelesaian.

Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai
bahan pembuktian hipotesis

Kecakapan mencari dan menyusun data.
Menyajikan data dalam bentuk diagram, gambar, dan table.

Pembuktian hipotesis

Kecakapan menelaah dan membahas data.
Kecakapan menghubung-hubungkan dan menghitung, ketrampilan mengambil
keputusan dan kesimpulan.

Menentukan pilihan penyelesaian

Kecakapan membuat alternative penyelesaian
Kecakapan menilai pilihan dengan memperhitungkan akibat yang akan
terjadi pada setiap pilihan.

Berdasarkan pendapat dari ketiga tokoh tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa sintaks strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari memberikan orientasi permasalahan kepada peserta didik, mendiagnosis masalah, pendidik membimbing proses pengumpulan data individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis danmengevaluasi proses dan hasil.

Strategi pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan melalui kegiatan individu, tidak hanya melalui kegiatan kelompok. Penerapan ini tergantung pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan materi yang akan diajarkan. Apabila materi yang akan diajarkan dirasa membutuhkan pemikiran yang dalam, maka sebaiknya pembelajaran dilakukan melalui kegiatan kelompok, begitupula sebaliknya.

[Sumber : http://edukasiana.com]

Kamis, September 13, 2012

Pembelajarn Kooperatif Tipe TGT



Teams games tournaments (TGT) atau pertandingan permainan tim sama dengan STAD dalam segala aspek, tapi dalam satu hal ada yang berbeda seperti kuis dan system penelitian peningkatan individu itu berbeda. TGT mengunakan system pertandingan akademik dimana siswa bersaing untuk menunjukan kebolehan tim mereka sendiri dengan anggota tim yang lain, yang menunjukan kemampuan akademik siswa.
            Dalam TGT siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan poin pada skor tim mereka. Permainan disusun dari pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan pelajaran yang dirancang untuk mengetes pengetahuan yang diperoleh siswa dari penyampaian kelas presentasi dan kegiatan-kegiatan kelompok. Permaianan itu dimainkan pada meja-meja tournament. Setiap meja tournament dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda, namun memiliki kemampuan setara.
            Permainan itu berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu-kartu yang diberi angka. Tiap-tiap siswa akan mengambil sebuah kartu yang diberi angka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan angka tersebut. Tournament ini memunngkinkan bagi siswa dari semua tingkat untuk menyumbang dengan maksimal. Tournament ini dapat berperan sebagai review materi pelajaran.
            Penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT setelah selesai materi yang diajarkan maka siswa dikelompokkan dan dibagi lembar kegiatan siswa (LKS). Selama menggunakan LKS diterapkan pembelajaran kooperatif untuk menekankan aktivitas siswa, dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok bertanggung jawab atas kesuksesan kelompoknya. Pembelajaran ini memanfaatkan bantuan siswa lain, untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran, karena siswa lebih paham akan apa yang disampaikan oleh temannya dari pada gurunya.

Strategi Pembelajaran Genius Learning



Genius learning atau lebih tepat disebut sebagai holistik learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro- linguistik programming, motivasi, konsep diri, keperibadian, emosi, perasaan, pikiran, metagonisi, gaya teknik mencatat, dan teknik belajar lainnya ( Gunawan, 2006: 2).
Dasar dari genius learning strategy adalah acceleretead learning atau percepatan belajar. Pemercepatan didefenisikan sebagai memungkinkan siswa untuk belajar  dengan kecepatan yang mengesankan  dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan ( DePorter, 2005: 14 ) tujuannya sama yaitu bagaimana membuat proses pembelajaran menjadi efisien, efektif dan menyenangkan.
Pada Genius Learning  maka kita berkeyakinan jika siswa dapat dimotivasi dan diajar dengan cara yang benar. Dengan menghargai keunikkan siswa maka mereka dapat mencapai suatu pembelajaran yang maksimal. Pendekatan  yang digunakan dalam Genius Learning membantu siswa untuk bisa mengerti kekuatan dan kelemahan mereka yang sesuai dengan gaya belajar mereka masing- masing, Siswa akan memahami proses belajar yang benar, sesuai dengan kepribadiaan mereka masing- masing.
Asumsi dasar yang digunakan dalam mendefenisikan kecerdasan dalam strategi Genius Learning adalah sebagai berikut:
1.      Setiap orang lahir dengan kemampuan yang sama dan unik ( Madden, 2002: 11 ).  Setiap orang dilahirkan dengan  kombinasi kecerdasan yang beragam, karena perbedaan dari beberapa faktor yang mendominasi dan tingkat pengembangan kecerdasan yang dimiliki, kondisi lingkungan dan proses pembelajaran akan menentukan seberapa cepat atau lambat proses  perkembangan kecerdasan terjadi. Faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan ( Gunawan, 2006: 223 ) antara lain:

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project based Learning)


PBL (Project based Learning/ Pembelajaran Berbasis Proyek) merupakan metoda belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. PBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan pelajar dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Berikut pengertian PBL menurut beberapa ahli.a. PBL adalah metoda pengajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran pengetahuan dan keahlian yang kompleks, pertanyaan authentic dan perancangan produk dan tugas [University of Nottingham, 2003].b. PBL adalah pendekatan cara pembelajaran secara konstruktif untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata dan relevan bagi kehidupannya [Barron, B. 1998, Wikipedia].c. PBL adalah pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang dirancang agar pelajar melakukan riset terhadap permasalahan nyata. [Blumenfeld et Al. 1991].d. PBL adalah cara yang konstruktif dalam pembelajaran menggunakan permasalahan sebagai stimulus dan berfokus kepada aktifitas pelajar. [Boud & Felleti, 1991]. Metoda ini memiliki kecocokan terhadap konsep inovasi pendidikan bidang keteknikan, terutama dalam hal sebagai berikut :§ pelajar memperoleh pengetahuan dasar (basic sciences) yang berguna untuk memecahkan masalah bidang keteknikan yang dijumpainya,§ pelajar belajar secara aktif dan mandiri dengan sajian materi terintegrasi dan relevan dengan kenyataan sebenarnya, yang sering disebut student-centered,§ pelajar mampu berpikir kritis, dan mengembangkan inisiatif.Ada tiga kategori umum penerapan proyek untuk pelajar, yakni mengembangkan keterampilan, meneliti permasalahan dan menciptakan solusi. Kreatifitas dari suatu proyek membantu perkembangan pertumbuhan individu. Berdasarkan hasil riset bahwa PBL memberikan kemampuan kognitif dan motivasi yang menghasilkan peningkatan pembelajaran dan kemampuan untuk lebih baik mempertahankan/ menerapkan pengetahuan[4]. Pada model PBL pelajar dilibatkan dalam memecahkan permasalahan yang ditugaskan, mengijinkan para pelajar untuk aktif membangun dan mengatur pembelajarannya, dan dapat menjadikan pelajar yang realistis[6]. Pendekatan ini mengacu pada hal-hal sebagai berikut.a. Kurikulum : PBL tidak seperti pada kurikulum tradisional, karena memerlukan suatu strategi sasaran di mana proyek sebagai pusat.b. Responsibility : PBL menekankan responsibility dan answerability para pelajar ke diri dan panutannya. c. Realisme : kegiatan pelajar difokuskan pada pekerjaan yang serupa dengan situasi yang sebenarnya. Aktifitas ini mengintegrasikan tugas otentik dan menghasilkan sikap profesional.d. Active-learning : menumbuhkan isu yang berujung pada pertanyaan dan keinginan pelajar untuk menemukan jawaban yang relevan, sehingga dengan demikian telah terjadi proses pembelajaran yang mandiri.e. Umpan Balik : diskusi, presentasi, dan evaluasi terhadap para pelajar menghasilkan umpan balik yang berharga. Ini mendorong kearah pembelajaran berdasarkan pengalaman.f. Keterampilan Umum : PBL dikembangkan tidak hanya pada ketrampilan pokok dan pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai pengaruh besar pada keterampilan yang mendasar seperti pemecahan masalah, kerja kelompok, dan self-management.g. Driving Questions : PBL difokuskan pada pertanyaan atau permasalahan yang memicu pelajar untuk berbuat menyelesaikan permasalahan dengan konsep, prinsip dan ilmu pengetahuan yang sesuai.h. Constructive Investigations : sebagai titik pusat, proyek harus disesuaikan dengan pengetahuan para pelajar.i. Autonomy : proyek menjadikan aktifitas pelajar sangat penting.  

Kamis, November 18, 2010

Strategi Genius Learning


Genius learning atau lebih tepat disebut sebagai holistik learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro- linguistik programming, motivasi, konsep diri, keperibadian, emosi, perasaan, pikiran, metagonisi, gaya teknik mencatat, dan teknik belajar lainnya ( Gunawan, 2006: 2).
Dasar dari genius learning strategy adalah acceleretead learning atau percepatan belajar. Pemercepatan didefenisikan sebagai memungkinkan siswa untuk belajar  dengan kecepatan yang mengesankan  dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan ( DePorter, 2005: 14 ) tujuannya sama yaitu bagaimana membuat proses pembelajaran menjadi efisien, efektif dan menyenangkan.
Pada Genius Learning  maka kita berkeyakinan jika siswa dapat dimotivasi dan diajar dengan cara yang benar. Dengan menghargai keunikkan siswa maka mereka dapat mencapai suatu pembelajaran yang maksimal. Pendekatan  yang digunakan dalam Genius Learning membantu siswa untuk bisa mengerti kekuatan dan kelemahan mereka yang sesuai dengan gaya belajar mereka masing- masing, Siswa akan memahami proses belajar yang benar, sesuai dengan kepribadiaan mereka masing- masing.

Contoh Proposal Penelitian


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman ini sangat besar nilainya bagi bangsa Indonesia dan harus terus dilestarikan dan dimanfaatkan secara arief agar tidak mengalami kepunahan ( Putra,2006 ). Keanekaragaman hayati disamping sebagai sumber devisa, sebagai penunjang kehidupan makhluk hidup, untuk keperluan sandang, pangan, papan, juga sebagai bahan obat-obatan,  ( Anonymous,2006 ). Indonesia juga sangat kaya akan sumber daya tanaman hortikultura, termasuk aneka jenis tanaman buah-buahan. Tanaman-tanaman tersebut tidak sedikit yang memiliki manfaat serba guna. Salah satu jenis buah asal luar negeri ( introduksi ) yang telah lama berkembang dan ditanam diwilayah nusantara dan mempunyai segudang manfaat bagi kehidupan manusia adalah tanaman pepaya.
            Tanaman pepaya adalah merupakan jenis tanaman buah-buahan yang sudah tidak asing lagi bagi kita masyarakat Indonesia. Tanaman pepaya merupakan tanaman yang dapat ditemukan diberbagai daerah ditanah air kita. Tanaman pepaya merupakan tanaman serba guna. Hampir  seluruh bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup dan penghidupan manusia, baik sebagai bahan makanan bergizi, obat tradisional, bahan baku industri makanan dan minuman, industri penyamak kulit, industri tekstil dan lain-lain, ( Rukmana, 1995:07 ). Barmin, Spd (2002:20) juga  menjelaskan bahwa,”tanaman pepaya adalah tanaman serba guna, mulai dari akar, getah, daun, bunga, dan buahnya dapat dimanfaatkan. Akar, daun dan bunga pepaya dapat dijadikan obat beberapa penyakit”. Daun dan getah pepaya mengandung papain yang dapat dimanfaatkan sebagai penyamak kulit. Rismunandar (1975:9), turut menjelaskan bahwa “tanaman pepaya adalah tanaman yang mempunyai nilai gizi yang serba guna; untuk makanan sehat dan sebagai obat untuk menyehatkan badan pada umumnya”.
Selain dapat dijadikan sebagai obat-obatan buah pepaya yang sudah matang memiliki  rasa yang enak, bergizi tinggi, dan dapat dimakan sebagai buah segar atau dijadikan sari buah. Disamping itu, buah pepaya yang masih muda dapat disayur dan dijadikan lalap. Bagi masyarakat Indonesia buah pepaya sudah cukup terkenal untuk digunakan sebagai sayuran atau masakan lainnya. Bukan saja buahnya yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk sayuran tetapi daun pepaya muda juga dapat dijadikan sebagai bahan sayuran dan lalapan. Namun sebelumnya harus direbus dahulu untuk menghilang kan rasa pahitnya. Selain itu daun pepaya juga dapat digunakan sebagai bahan pelembut daging.
Rasa pahit yang terkandumg pada daun pepaya tersebut disebabkan oleh getah yang dimiliki oleh daun pepaya tersebut. Bukan hanya daun pepaya yang memiliki getah, tapi buah pepaya juga memiliki getah dan pepaya muda adalah penghasil getah yang paling banyak. Getah yang ada dalam daun dan buah pepaya tersebut mengandung zat papain, zat inilah yang menyebabkan daun pepaya juga dapat digunakan sebagai pembungkus daging agar cepat empuk katika dimasak. Selain dengan membungkus, untuk membuat daging lebih empuk  juga bisa dengan memberi ekstrak daun pepaya  pada daging yang akan kita masak.
Daging merupakan salah satu bahan makanan yang tinggi nilai gizinya, dan mengandung banyak protein. Daging dapat diolah menjadi ragam makanan. Namun karena daging memiliki tekstur daging yang keras, kerap kali masakan daging diberi campuran-campuran yang dapat mengubah tekstur daging yang keras menjadi lebih lembut agar lebih dapat dinikmati kelezatannya.
Dari permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka penulis tertarik ingin melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya pada daging yang dimasak, dengan judul penelitian “PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya)  TERHADAP CITA RASA DAGING LEMBU LOKAL ( Bos taurus )”.

Minggu, Agustus 22, 2010

Contoh Proposal MGMP


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
UURI No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 44 ayat (1) mengamanatkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Pembinaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan perlu secara terns menerus dalam upaya pencapaian standar nasional pendidikan. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan merupakan salah satu program pembangunan nasional dan rencana strategis pendidikan. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan eras kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia. Peningkatan Mutu Pendidikan tidak terlepas dari upaya semua komponen meliputi kepala sekolah, guru, Pengawas sekolah, Pegawai sekolah, orang tua siswa/Komite Sekolah, siswa, dan pemerintah. Guru memegang peranan dan memiliki kedudukan yang strategis dalam menjamin mutu pendidikan. Guru salah satu faktor dominant dalam membelajarkan peserta didik di sekolah. Kenyataan dalam kurun waktu terakhir memprihatinkan menurunnya presentasi lulusan baik di lihat dari aspek mutu maupun jumlahnya.

Minggu, Februari 21, 2010

Mengukur Terang Demi Pelajari Energi Gelap


Jejak supernova Tycho yang diamai dengan gelombang inframerah dan sinar-X dari teleskop Siptzer dan Chandra milik NASA serta teleskop di Observatorium Calar Alto Spanyol. Ini adalah sisa supernova atau ledakan bintang yang dilihat tahun 1572 oleh astronom Denmark, Tycho Brahe.
 Cahaya adalah aspek dasar dari astronomi, tapi anehnya para astronom justru tak memiliki aturan pakem untuk mengukur tingkat keterangan. Nah, sebentar lagi ini akan berubah, karena ukuran skala terang kuno akan diperbaharui, sehingga sifat sebenarnya dari energi gelap juga bisa diketahui.

Minggu, Februari 07, 2010

Genius Learning


Genius learning atau lebih tepat disebut sebagai holistik learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro- linguistik programming, motivasi, konsep diri, keperibadian, emosi, perasaan, pikiran, metagonisi, gaya teknik mencatat, dan teknik belajar lainnya ( Gunawan, 2006: 2).
Dasar dari genius learning strategy adalah acceleretead learning atau percepatan belajar. Pemercepatan didefenisikan sebagai memungkinkan siswa untuk belajar  dengan kecepatan yang mengesankan  dengan upaya yang normal dan dibarengi kegembiraan ( DePorter, 2005: 14 ) tujuannya sama yaitu bagaimana membuat proses pembelajaran menjadi efisien, efektif dan menyenangkan.
Pada Genius Learning  maka kita berkeyakinan jika siswa dapat dimotivasi dan diajar dengan cara yang benar. Dengan menghargai keunikkan siswa maka mereka dapat mencapai suatu pembelajaran yang maksimal. Pendekatan  yang digunakan dalam Genius Learning membantu siswa untuk bisa mengerti kekuatan dan kelemahan mereka yang sesuai dengan gaya belajar mereka masing- masing, Siswa akan memahami proses belajar yang benar, sesuai dengan kepribadiaan mereka masing- masing
Asumsi dasar yang digunakan dalam mendefenisikan kecerdasan dalam strategi Genius Learning adalah sebagai berikut:
1.      Setiap orang lahir dengan kemampuan yang sama dan unik ( Madden, 2002: 11 ).  Setiap orang dilahirkan dengan  kombinasi kecerdasan yang beragam, karena perbedaan dari beberapa faktor yang mendominasi dan tingkat pengembangan kecerdasan yang dimiliki, kondisi lingkungan dan proses pembelajaran akan menentukan seberapa cepat atau lambat proses  perkembangan kecerdasan terjadi. Faktor yang mempengaruhi  pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan ( Gunawan, 2006: 223 ) antara lain:
a. Lingkungan
Lingkungan  yang  kaya akan stimulus dan tantangan, dengan kadar yang seimbang  dan ditunjang dengan faktor dukungan dan pemberdayaan akan memperkuat mental dan kecerdasan.
b. Kemauan dan Keputusan
Kedua faktor ini adalah faktor motivasi, motivasi yang positif akan muncul sejalan dengan lingkungan yang kondusif, sebaliknya bila lingkungannya sama sekali tidak kondusif, otak yang paling cerdas sekalipun tidak akan dapat mengembangkan potensi intelektualnya.
c. Pengalaman Hidup
Potensi otak berkembang sejalan dengan pengalaman hidup, hal- hal kecil yang menunjukkan kesuksesan maupun kegagalan yang dialami oleh anak. Bila terjadi berulang– ulang akan menjadi suatu program yang menentukan seberapa besar potensi kecerdasan yang digunakan.
d. Genetika
Pengalaman hidup mempunyai pengaruh terhadap respon kognitif, sebaliknya gen mempunyai pengaruh pada kewaspadaan memori, kemampuan sensori dan juga faktor kecerdasan lainnya.
e. Gaya Hidup
Gaya hidup berpenaruh terhadap level perkembangan kognitif. Termasuk makanan, orang yang menjadi teman, jumlah jam tidur, olah raga, obat, minuman dan sebagainya.
  1. Kecerdasan menurut Gardner ( dalam Gunawan, 2005: 106 ) : Suatu            kemampuan untuk memecahkan suatu masalah kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan dan kemampuan untuk sesuatu untuk menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan  masyarakat. Gardner mengembangkan model kecerdasan selama lebih dari dua puluh tahun dan dikenal dengan istilah Multiple Intelligence yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
    1. Kecerdasan  Linguistik
Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata- kata secara efektif, baik lisan maupun tulisan, juga kemampuan berkomunikasi. Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk menangani struktur bahasa, suara arti. Untuk mengembangakan kecerdasan linguistik dapat dilakukandengan cara menjadi pendengar yang efektif, dan melatih keahlian bicara.
    1. Kecerdasan Logika- Matematika
Kecerdasan Logika-Matematika adalah kecerdasan yang menggunakan analisis berurutan untuk mencapai kesimpulan tertentu ( Madden, 2002: 211 ). Dimana berturutan dari masalah, kemudian memikirkan , menyusun solusi dengan urutan yang logis  dan mampu melakukan proses berfikir deduktif dan induktif.
    1. Kecerdasan  Musik
Kecerdasan  Musik  adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk- bentuk musik yang meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dari musik yang didengar.
    1. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Kecerdasan interpersonal juga melibatkan kepekaan pada ekspresi wajah, suara dan gerakan tubuh dari orang lain dan mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi
                   e.   Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Mengenai kesadaran atau kondisi emosi dan mental diri sendiri, kesadaran akan tujuan, motivasi, keinginan, proses berfikir dan kemampuan untuk melakukan disiplin diri, mengerti diri sendiri dan harga diri.
f.       Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan Kinestetik merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam mengungkapkan ide atau pemikiran dan perasaan. Kecerdasan Kinestetik juga meliputi keterampilan fisik dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, kelenturan dan kecepatan.
g.      Kecerdasan Visual dan Spasial
Kecerdasan Visual dan Spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual- spasial secara akurat, kemudian bertindak dan melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran serta hubungan antara elemen- elemen tersebut.
h.      Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan untuk mengamati, memahami dan menyusun pola atau unsur yang dijumpai dilingkungan sekitar.
3.    Konsep diri seseorang berbanding lurus dengan potensi yang digali dan dikembangkan. semakin baik konsep diri yang berhasil dibangun, semakin baik pula untuk mampu memaksimalkan penggunaan potensi yang dimiliki. Konsep diri terdiri dari komponen yaitu:
a.       Diri Ideal
Merupakan gabungan dari semua kualitas dan ciri kepribadiaan yang sangat dikagumi.
b.      Citra Diri
Merupakan cerminan diri sendiri, dimana bagaimana cara melihat diri sendiri dan berfikir mengenai diri saat ini.
c.       Harga Diri
Merupakan kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pribadi yang mampu dan memiliki daya upaya dalm menghadapi tantangan- tantangan hidup.
4.   IQ tinggi sangat membantu keberhasilan akademik, namun bukan satu- satu – satunya faktor utama, atau sebaliknya.
5.   Guru dapat mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan anak didik, dimana guru sangat berperan penting dalam upaya menghilangkan berbagai hambatan yang menghambat perkembangan kecerdasan. Guru melakukannya dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat untuk membantu mengembangkan kecerdasan anak didik.
6.    Kecerdasan berkembang dengan bertahap, dimana perkembangan ini dikelompokkan  menjadi 4 tahap yaitu:
a.       Stimulasi
b.      Penguatan
c.       Belajar dan mengerti
d.      Transfer dan pengaruh
7.    Berfikir dapat diajarkan
             Genius Learning yang disusun berdasarkan hasil riset mutakhir mengenai  berbagai disiplin ilmu, terutama cara kerja otak dan memori. Menekankan  sembilan  prinsip utama dalam proses pembelajaran ( Gunawan, 2006: 8 ) yaitu:
         1. Otak berkembang dengan maksimal dalam lingkungan yang kaya stimulus multisensori dan tantangan berfikir . lingkungan demikian akan menghasilkan jumlah koneksi yang lebih besar diantara sel- sel otak.
         2. Besarnya pengharapan berbanding lurus dengan hasil yang di capai. Otak selalu berusaha mencari dan menciptakan arti dari suatu pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung pada level pikiran sadar dan pikiran bawah sadar yang positif dan bersifat pribadi.
3. Lingkungan belajar adalah lingkungan yang memberikan tantangan tinggi     namun  dengan tingkat ancaman yang rendah. Keadaan pikiran siswa adalah kekuatan paling menentukan untuk menuju sukses. Jika siswa percaya diri, termotivasi dan gembira maka siswa tersebut memiliki potensi untuk sukses.
4.Otak sangat membutuhkan umpan balik yang bersifat segera dan mempunyai banyak pilihan.
5. Musik membantu proses pembelajaran dengan tiga cara:
a.        musik membantu untuk men-charge otak
b.       musik membantu merilekskan otak, sehingga otak siap untuk         belajar
c.       musik dapat digunakan untuk membawa informasi yang ingin dimasukkan  ke dalam memori.
6. Dengan menggunakan strategi dan teknik khusus, maka kemampuan   mengingat dapat ditingkatkan
7. Untuk dapat mencapai hasil pembelajarn yang maksimal, maka kondisi  fisik dan emosi harus benar- benar diperhatikan. Siswa tidak tidak akan bisa belajar bila dalam keadaa lapar, sakit ataupun mengantuk.  Hasil penelitian menunjukkan ketika seseorang berada dalam keadaan emosi yang positif endrofin terbentuk. Selanjutnya zat ini meningkatnya aliran neurotransmiter yang disebut asitekoli dan memungkinkan terjadinya sambungan antar sel otak, sehingga otak dapat bekerja dan berfungsi dengan efisien ( Rose, 2002: 50 ).
8. Kecerdasan dapat di kembangkan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang sesuai  dengan kondisi lingkungan.
9.  Otak kiri dan otak kanan bisa berkerjasama dalam mengolah suatu informasi

Jumat, November 20, 2009

Salju, Fenomena Alam yang Menakjubkan : Cintaku Sehangat Salju


SAAT ini di Eropa dan wilayah utara bumi tengah musim dingin.Salah satu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti puncak gunung Jayawijaya di Papua. Kenapa salju secara alami tidak bisa hadir di wilayah tropis seperti negeri kita? Proses pembentukan salju
Untuk menjawab itu, bisa kita mulai dari proses terjadinya salju. Berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara – persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.

Bentuk Air di Antariksa Bulat, Mengapa?

wah

Salah satu sifat dasar air adalah selalu mengikuti bentuk wadahnya. Gaya gravitasi Bumi-lah yang membuatnya selalu menyesuaikan dengan bentuk ruangan di sekitarnya.
Namun, hukum fisika tersebut hanya berlaku di permukaan Bumi. Di antariksa, pengaruh gaya gravitasi memberikan efek berbeda terhadap air.
Seperti astronot, satelit, dan objek apapun, air juga melayang jika berada di orbit Bumi. Air, tidak akan mengikuti bentuk wadahnya dan akan selalu berbentuk bulat.

Cahaya tak Memiliki Usia

ada satu benda di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak pernah merayakan hari kelahriannya alias tak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Tapi, bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein.
Begitu mendengar teori relativitas khusus, ingatan kita spontan menuju konstanta kecepatan cahaya, kecepatan tercepat yang ada di jagad raya ini. Relativitas khusus mengatakan, ruang dan waktu, oleh Newtonian dianggap terpisah dan bernilai absolut, menyesuaikan diri mereka demi menjaga konstanitas kecepatan cahaya yang bernilai 3x108 meter/detik tersebut. Dengan kata lain, dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan foton selalu bernilai sama.
Konsep ini disimpulkan dengan satu kalimat, ”Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek.”
Konsep ini tidaklah sederhana, saat Einstein mempostulatkannya pada tahun 1905. Diperlukan puluhan tahun bagi para fisikawan untuk benar-benar bisa mengerti teori tersebut.
Sekarang mari kita ulangi percobaan fantasi yang pernah Einstein lakukan untuk memahami bagaimana waktu melambat dan ruang memendek.
Bagaimana waktu melambat?
Bayangkan kita memiliki dua buah jam-foton seperti pada Gambar 1. Kerja jam-foton tersebut adalah sebagai